Kamis, 04 Juni 2009

THANK'S TO gudang hati 1

1. SANG PENCIPTAku ALLAH SWT yang udah ngasih aku kehidupan dan sedikit kelebihan ini, juga kepada Nabi besarku Muhammad SAW yang udah ngebimbing aku ke jalan yang benar.
2. terima kasih yang luar biasa besarnya kepada Ibuku yang udah ngelahirin aku dan membesarkanku selama ini, pada Bapakku yang udah nurunin darah seninya padaku dan selalu ngedukung aku (maaf ya pak, bu, zaqi belum bisa kasih apa – apa dan belum bisa bahagiain kalian).
3. Buat kedua kakakku yang sayang ma aku (thank’s, aku sayang banget ma kalian, maaf aku sering ngerepotin kalian).
4. Buat Lucky (thank’s inspirasinya ma pelajaran bkin puisinya)
5. Pada keluarga besar Abdurrahim dan keluarga besar Ghufron, adikku Opi, Lilis, luluk (makasih support kalian)
6. Buat Sweety (anezt, WP, Choey, Lisa, Arum) makasih banget udah mau setia nemenin aku dalam suka maupun duka, buat Eross Candra n Chairil Anwar, (thank’s my idol, buat anak – anak TI Multimedia angkatan 2007, buat “Destroyer Gank” (thank’s udah benci aku juga menyakiti aku), buat temen – temen SDM II angkatan 2001 juga temen – temen SMPM IV angkatan 2004, buat sahabat - sahabatku Hendra, mamik, vickar, vita, sinyo, Rischya, Kholifa, Savvy, Titik, Siska, Melin, Vida, Eva (makasih udah sabar ngadepin aku) Bu Nur, Bu Lilik(thank’s pelajaran Bahasa Indonesianya), buat orang – orang yang saying ma aku, udah mo ngertiin dan ngedengerin isi hatiku thank’s banget.
7. Buat semua orang yang udah jadi inspirasiku ataupun nggak yang nggak sempet aku sebutin thank’s, juga semua orang yang membenciku, menyayangiku, yang kenal ma aku, dan yang udah bantu aku hingga saat ini, thank’s banget buat kalian. Buat semua orang yang belum sempet aku sebutin, sorry.

untitled

Lama sudah aku duduk disini, menunggu engkau dating sebagai nafas dalam hatiku
Engkau hadir sesaat, lalu memudar, engkau kembali hadir dalam hidupku, namun hanya semu.
Aku terus menunggu, menunggu dan mencari, namun tetap saja, engkau hanya singgah dalam pangkuanku, lalu pergi dan menghilang begitu saja.
Sahabat, aku disini tetap menunggu, menunggu telingamu, hatimu, kakimu, mulutmu, untuk datang sebagai nafas dalam hatiku.


2007

PENANTIAN

Sepi, sunyi, kelam
Udara berhenti berbisik
Sang surya telah pulang ke peraduan
Dinding – dinding pun ikut terdiam

Dimana lagu nan merdu?
Dimana irama suling nan elok?
Tak ada secercah dawai yang dating

Langit kelam,
Cahaya redup,
Tak ada yang bercahaya

Kini, aku hanya menanti seorang kawan
Yang datang temani tidur malamku


Bandung, 05.08.07

untitled

Telah terbang melayang sumpah ikrar itu
Pergi jugakah segepok kasih saying itu

Tak percaya aku
Inikah yang terjadi?

Pada titik masa
Datangkah purnama?
Merangkaikan mimpi – mimpi yang tak nyata di waktu ini
Meniupkan kisah senyuman di waktu nanti

Tak percaya aku
Inikah yangn terjadi?

2007

untitled

Telah mereka reguk nafas – nafas dari jiwaku
Tiada tersadarkan oleh mereka
Nafasku terselip di sela-sela langkah mereka
Kini,
Aku hanyalah seorang pengecut! Pecundang, penakut!
Aku takut kehilangan,
Aku takut pada kebisingan,
Aku takut pada keramaian,
Aku takut menggores noda hitam,
Yang aku tahu,
Aku hanya diam, diam, dan diam
Duduk menunduk membutakan mata
Ceriaku terbang terhembus angin
Senyumku kusam tergores sedih,
Dimana diriku?
Diriku yang sadar akan duniaku?
Dimana? Dimana engkau berada Zaqqiyaku
Akankah sinarmu kan kembali merekah
Di ujung – ujung tawamu?

2007

CARAKU MENYAYANGIMU

Aku,
Aku ingin menyayangimu dengan caraku
Dengan membiarkan kesejukan merambah
Ketika sinar dunia terpancar dari indah senyummu

Aku ingin menyayangimu dengan caraku
Dengan membiarkan wangi surga menyerbak
Ketika bahagiamu mengalun bersama melodi tawamu

Aku,
Aku ingin menyayangimu dengan caraku
Dengan membukakan pintu untuk perih
Yang mengetuk hatiku dengan tangismu

Aku ingin menyayangimu dengan caraku
Dengan menghamparkan tanganku
Saat kerapuhan menjamahmu

Sayang,
Takkan ku berikan istanaku untukmu
Takkan kuhadiahkan mahkotaku untukmu
Kan ku bisikkan jiwa dan hatiku di belenggu cintamu
Karena tak lagi dapat kusuguhkan sesuatu bagimu

Sayang,
Aku ingin menyayangimu dengan caraku
Tak peduli walau jiwamu tak untuk sayangiku

Tak peduli tak kau tebarkan indah pada deretan kisahku
Tak peduli walau pundakmu tak untuk penatku
Tak peduli tangis dan tawamu tak tertuju untukku
Yang ku peduli,
Hanya senyum dan bahgiamu

Sayang,
Begitulah caraku menyayngimu


2006

KINI

Tiada yang indah ketika ini
Karena harummu tak lagi terbias
Purnama pun tak lagi istimewa
Karena kudapati kini
Engkau tak menikmati cantiknya bersamaku

Tak dapat kuingkari kini
Malam yang tak berbisik
Pagi yang tak menyapa

Hariku suram, hidupku kelam
Tak dapatkah kau dendangkan kembali
Semua indahmu yang mengalun bersamaku
Yang tatkala itu meneduhkan jiwaku

Aku ingin indahmu
Aku ingin harum itu
Aku ingin kisah sejuta mimpi itu lagi

Ah...
Tak dapat aku berkata lagi
Sadarlah aku kini
Bahwa tak ada yang abadi

13042006


Free Blogger Templates by Isnaini Dot Com and Bridal Dresses. Powered by Blogger