1. SANG PENCIPTAku ALLAH SWT yang udah ngasih aku kehidupan dan sedikit kelebihan ini, juga kepada Nabi besarku Muhammad SAW yang udah ngebimbing aku ke jalan yang benar.
2. terima kasih yang luar biasa besarnya kepada Ibuku yang udah ngelahirin aku dan membesarkanku selama ini, pada Bapakku yang udah nurunin darah seninya padaku dan selalu ngedukung aku (maaf ya pak, bu, zaqi belum bisa kasih apa – apa dan belum bisa bahagiain kalian).
3. Buat kedua kakakku yang sayang ma aku (thank’s, aku sayang banget ma kalian, maaf aku sering ngerepotin kalian).
4. Buat Lucky (thank’s inspirasinya ma pelajaran bkin puisinya)
5. Pada keluarga besar Abdurrahim dan keluarga besar Ghufron, adikku Opi, Lilis, luluk (makasih support kalian)
6. Buat Sweety (anezt, WP, Choey, Lisa, Arum) makasih banget udah mau setia nemenin aku dalam suka maupun duka, buat Eross Candra n Chairil Anwar, (thank’s my idol, buat anak – anak TI Multimedia angkatan 2007, buat “Destroyer Gank” (thank’s udah benci aku juga menyakiti aku), buat temen – temen SDM II angkatan 2001 juga temen – temen SMPM IV angkatan 2004, buat sahabat - sahabatku Hendra, mamik, vickar, vita, sinyo, Rischya, Kholifa, Savvy, Titik, Siska, Melin, Vida, Eva (makasih udah sabar ngadepin aku) Bu Nur, Bu Lilik(thank’s pelajaran Bahasa Indonesianya), buat orang – orang yang saying ma aku, udah mo ngertiin dan ngedengerin isi hatiku thank’s banget.
7. Buat semua orang yang udah jadi inspirasiku ataupun nggak yang nggak sempet aku sebutin thank’s, juga semua orang yang membenciku, menyayangiku, yang kenal ma aku, dan yang udah bantu aku hingga saat ini, thank’s banget buat kalian. Buat semua orang yang belum sempet aku sebutin, sorry.
Kamis, 04 Juni 2009
THANK'S TO gudang hati 1
Label: gudang hati 1
Diposting oleh gudang hati di 02.23 1 komentar
untitled
Lama sudah aku duduk disini, menunggu engkau dating sebagai nafas dalam hatiku
Engkau hadir sesaat, lalu memudar, engkau kembali hadir dalam hidupku, namun hanya semu.
Aku terus menunggu, menunggu dan mencari, namun tetap saja, engkau hanya singgah dalam pangkuanku, lalu pergi dan menghilang begitu saja.
Sahabat, aku disini tetap menunggu, menunggu telingamu, hatimu, kakimu, mulutmu, untuk datang sebagai nafas dalam hatiku.
2007
Label: gudang hati 1
Diposting oleh gudang hati di 02.22 0 komentar
PENANTIAN
Sepi, sunyi, kelam
Udara berhenti berbisik
Sang surya telah pulang ke peraduan
Dinding – dinding pun ikut terdiam
Dimana lagu nan merdu?
Dimana irama suling nan elok?
Tak ada secercah dawai yang dating
Langit kelam,
Cahaya redup,
Tak ada yang bercahaya
Kini, aku hanya menanti seorang kawan
Yang datang temani tidur malamku
Bandung, 05.08.07
Label: gudang hati 1
Diposting oleh gudang hati di 02.20 0 komentar
untitled
Telah terbang melayang sumpah ikrar itu
Pergi jugakah segepok kasih saying itu
Tak percaya aku
Inikah yang terjadi?
Pada titik masa
Datangkah purnama?
Merangkaikan mimpi – mimpi yang tak nyata di waktu ini
Meniupkan kisah senyuman di waktu nanti
Tak percaya aku
Inikah yangn terjadi?
2007
Label: gudang hati 1
Diposting oleh gudang hati di 02.20 0 komentar
untitled
Telah mereka reguk nafas – nafas dari jiwaku
Tiada tersadarkan oleh mereka
Nafasku terselip di sela-sela langkah mereka
Kini,
Aku hanyalah seorang pengecut! Pecundang, penakut!
Aku takut kehilangan,
Aku takut pada kebisingan,
Aku takut pada keramaian,
Aku takut menggores noda hitam,
Yang aku tahu,
Aku hanya diam, diam, dan diam
Duduk menunduk membutakan mata
Ceriaku terbang terhembus angin
Senyumku kusam tergores sedih,
Dimana diriku?
Diriku yang sadar akan duniaku?
Dimana? Dimana engkau berada Zaqqiyaku
Akankah sinarmu kan kembali merekah
Di ujung – ujung tawamu?
2007
Label: gudang hati 1
Diposting oleh gudang hati di 02.19 0 komentar
CARAKU MENYAYANGIMU
Aku,
Aku ingin menyayangimu dengan caraku
Dengan membiarkan kesejukan merambah
Ketika sinar dunia terpancar dari indah senyummu
Aku ingin menyayangimu dengan caraku
Dengan membiarkan wangi surga menyerbak
Ketika bahagiamu mengalun bersama melodi tawamu
Aku,
Aku ingin menyayangimu dengan caraku
Dengan membukakan pintu untuk perih
Yang mengetuk hatiku dengan tangismu
Aku ingin menyayangimu dengan caraku
Dengan menghamparkan tanganku
Saat kerapuhan menjamahmu
Sayang,
Takkan ku berikan istanaku untukmu
Takkan kuhadiahkan mahkotaku untukmu
Kan ku bisikkan jiwa dan hatiku di belenggu cintamu
Karena tak lagi dapat kusuguhkan sesuatu bagimu
Sayang,
Aku ingin menyayangimu dengan caraku
Tak peduli walau jiwamu tak untuk sayangiku
Tak peduli tak kau tebarkan indah pada deretan kisahku
Tak peduli walau pundakmu tak untuk penatku
Tak peduli tangis dan tawamu tak tertuju untukku
Yang ku peduli,
Hanya senyum dan bahgiamu
Sayang,
Begitulah caraku menyayngimu
2006
Label: gudang hati 1
Diposting oleh gudang hati di 02.17 0 komentar
KINI
Tiada yang indah ketika ini
Karena harummu tak lagi terbias
Purnama pun tak lagi istimewa
Karena kudapati kini
Engkau tak menikmati cantiknya bersamaku
Tak dapat kuingkari kini
Malam yang tak berbisik
Pagi yang tak menyapa
Hariku suram, hidupku kelam
Tak dapatkah kau dendangkan kembali
Semua indahmu yang mengalun bersamaku
Yang tatkala itu meneduhkan jiwaku
Aku ingin indahmu
Aku ingin harum itu
Aku ingin kisah sejuta mimpi itu lagi
Ah...
Tak dapat aku berkata lagi
Sadarlah aku kini
Bahwa tak ada yang abadi
13042006
Label: gudang hati 1
Diposting oleh gudang hati di 02.11 0 komentar
untitled
Tak kusadari, berkilometer jalan kutempuh dengan menutup mata, tak kubuka sedikitpun, untuk mengintip kebesaranNya, untuk mengetahui keagunganNya, untuk dapat merasakan kasih sayangNya.
Yang kutahu, kuindahkan kemunkaran, kuagungkan kata cinta, kuingkari firmanNya.
Ya Allah kini aku bertekuk lutut di gerbang istanaMu, dari sini kulihat cahayaMu, berpendar – pendar membuka satu persatu pintu hatiku.
Ya Allah, kapan semua pintu hatiku kan kau buka? Untuk larut dalam perintahMu, untuk melawan semua laranganMu. Ya Allah aku menunggu saat itu, saat aku tunduk di jalanMu.
Namun aku sadar, tak pantas aku di pinggiran surgaMu, tapi ya Ilahi, aku tak sanggup tuk berada di nerakaMu.
Ya Rabbi, bukalah dengan lebar pintu taubatMu untuk hambaMu yang tersesat ini, karena yang kutahu Engkau tak miskin ampun.
210306
Label: gudang hati 1
Diposting oleh gudang hati di 02.09 0 komentar
untitled
tak tahu apakah ini
cintakah? sayangkah?
atau hanya sebuah perasaan yang kan pudar?
Namun, ini tak timbul karena keterpaksan
tak timbul Karena kebahagiaan semata
sektika datang tiba – tiba dengan tulus,
semua t’lah kulakukan untuk mempertahankannya
agar tetap abadi, dan semua menjadi restu
meskipun kadang batu – batu menimpa tubuh
sampai kini langitpun ikut runtuh
akankah semua abadi?
Akankah tetap kokoh bangunan itu?
Akankah semua akan berakhir indah?
2004
Label: gudang hati 1
Diposting oleh gudang hati di 02.07 0 komentar
KADOKU UNTUK HIDUPMU DI TAHUN KE-18
hidup ini sebuah lukisan abstrak
tak luput warna kelam dan cerah
bersiaplah saudaraku waktu drama ini harus dihapus
ketika setingkaian petir menyapa
karena kita tahu
kekhilafan tak jua sirna dari peredaran
teriring selalu siang dan malam
berbahagialah saudaraku
waktu harus datang
rahmat Allah yang tak terbendung
karena yang ku tahu
DIA tak miskin ampun
210306
Label: gudang hati 1
Diposting oleh gudang hati di 02.05 0 komentar
18
18 tahun sudah kau berpijak
di atas putaran tanah
keindahan dan kesuraman pun
terlukiskan pada kanvas hidupmu
dan kini
mendayunglah kau
pergi ke dunia nyata
mengarungi hidup sebenar – benarnya
melakonkan scenario yang telah dibuatNya
dan menjadi artis terbaik di mataNya
dan izinkanlah aku Zaqqiya
untuk mengucapkan kata terindah di hari ini
Selamat Ulang Tahun
Label: gudang hati 1
Diposting oleh gudang hati di 02.01 0 komentar
DUA
2 periode waktu telah hadir
putik – putik sayang menggaris indah
asa manis bergelayutan riang
kan nyata juga tak tahu
14022006
Label: gudang hati 1
Diposting oleh gudang hati di 02.01 0 komentar
RASA
Kan luruh rantahkah noktah – noktah rindu
Peristiwa cinta yang jadi saksi
Memaparkan genangan rasa yang fana
14022006
Label: gudang hati 1
Diposting oleh gudang hati di 01.59 0 komentar
INIKAH YANG TERJADI
Inikah yang terjadi
Setelah malam – malam terlampaui
Dan telah datang memeluk,
Tirai surga yang dinanti
Air mata ini beku,
Senyum di bibir ini kaku
Nyata atau fiktif
Tak percaya aku
Hancur luluh sudah sekarung impian
Oleh lisanmu, oleh hatimu
Olehmu!
Telah terbang melayang sumpah ikrar itu
Pergi jugakah segepok kasih sayang itu
Tak percaya aku
Inikah yang terjadi
Pada titik masa nanti
Datangkah purnama?
Merangkaikan mimpi – mimpi yang tak nyata
di waktu ini
Meniupkan kisah senyuman di waktu nanti
Tak percaya aku
Inikah yang terjadi
Label: gudang hati 1
Diposting oleh gudang hati di 01.59 0 komentar
untitled
Apalah arti hidup ini
Saat tak lagi dalam pelukanmu
Apalah guna aku bermimpi
Kala semua nyata telah pergi
Maafkan aku kekasih
Tak mapu jadi yang terindah
Ampuni aku wahai cinta
Tak dapatku mengindahkanmu
Disini aku terjaga
Mengukir kenangan yang tak mungkin kembali
Melipat segenap asa dalam angan
Label: gudang hati 1
Diposting oleh gudang hati di 01.58 0 komentar
untitled
Di dunia ini
Adakah yang lebih indah darinya ?
Adakah yang lebih megah darinya ?
Adakah tutur yang lebih merdu darinya ?
Adakah yang lebih bersinar dari cahayanya ?
Adakah yang lebih berkilau dari air matanya ?
Adakah yang lebih agung dari do’anya ?
Adakah yang lebih cantik dari hatinya ?
Adakah yang lebih mengharukan selain melihat senyumnya ?
Adakah yang dapat melebihi semua pengorbanannya ?
Adakah sayang yang melebihi rasa sayangnya ?
Adakah kasih yang lebih mulia dari kasihnya ?
Mungkinkah ada yang dapat menebus semua cintanya, sayangnya, tangisnya, kasihnya, pengorbanannya, semuanya yang telah ia berikan kepada kita?
Ibu, tak ada yang dapat melebihi semua tentangmu
Kasihmu abadi
Cintamu suci
Ibu,
Tak dapat lagi aku berkata - kata
Ibu, aku menyayangimu
Selamat hari Ibu
22 desember 2005
Label: gudang hati 1
Diposting oleh gudang hati di 01.57 0 komentar
ANDAI AKU JADI POHON
Andai aku jadi pohon
Tak merasa
Tak berfikir
Tapi bernafas
Andai aku jadi pohon
Dimandikan, disuapi
Di dandani,
Sungguh menyenangkan
Andai aku jadi pohon
Saat matahari pagi tersenyum
Akupun tersenyum lebar
Dan saat malam tiba
Aku terlelap bersama sinar bulan
Andai aku jadi pohon
Ketika angin sepoi datang
Daunku bergoyang
Aku menari dengan gembira
Andai aku jadi pohon
Tak pernah merasa kesepian
Selalu ditemani burung – burung
Ulat, semut,
Dan semua makhluk alam
Andai aku jadi pohon
Aku bisa hidup 1000 tahun lebih lama
Menemani manusia
Sampai akhir hidupnya
Tapi aku bukan pohon
Aku hanya manusia
Yang sombong, angkuh, tamak, hina
Tapi aku bukan pohon
Aku hanya manusia
Yang tak punya hati
Yang bisanya hanya
Menebangnya, menyakitinya
Tapi aku bukan pohon
Aku manusia kesepian
Yang selalu menangis
Dan kadang tertawa
Tapi aku bukan pohon
Aku manusia
Yang menunggu burung – burung
Berkicau di dahanku
2005
Label: gudang hati 1
Diposting oleh gudang hati di 01.56 0 komentar
HIJRAH
Terdiam tertundukku
Kumandang kesucian berseru
Gumpalan darah merombak kini
Meniup harian kusam
Hadirkan kemilau harapan
Sang Maha Agung
Menarik aliran darah
Merangkaikan sebongkah perintah
Bismillahirrahmanirrahim……
Kuayunkan kakiku
Mendaki bukit curam
Mencoba berhijrah aku
Menuju air surga
Tidak untuk kubagi
Tidak untuk kuberi
Tidak untuk siapapun
Untukku, hanya untukku
05102005
Label: gudang hati 1
Diposting oleh gudang hati di 01.55 0 komentar
KAMU ADALAH KAMU
Kamu adalah kamu
Bagaimanapun warna hatimu
Kamu adalah kamu
Ketika setiap orang
Melagukan irama berbeda tentangmu
Namun,
Kamu adalah kamu
Yang membawa dirimu
Terbang menggapai pelita harapan
Namun,
Kamu bukanlah kamu
Jika kelak,
Engkau membaur bersama debu
Yang membawamu
Menuju kajian hitam
Tapi kamu adalah kamu
Saat kau rengkuh kembali
Semua impianmu
Label: gudang hati 1
Diposting oleh gudang hati di 01.55 0 komentar
AKANKAH DATANG?
Haruskah aku bertanya
pada gunung yang menjulang ?
Ketika datang pelangi
Mewarnai jubah kelam
Malam berilham
Harus kutanggalkan semua jubah kebesaranku
Untukmu,
Hanya untuk terbang bersamamu
Namun bibirmu berkata
“Tunggulah saat pelangi menjemputmu”
Apa yang harus aku perbuat
Aku takut,
Bila waktu menjemput
Pelangi itu telah membaur menjadi kabut
Apa inginmu ?
Mungkinkah mendayung perahu cinta ?
Ataukah menari bersama bintang ?
Aku tak tahu
Gundukan emas ini makin menumpuk
Akankah datang peti pembawanya?
19082005
Label: gudang hati 1
Diposting oleh gudang hati di 01.54 0 komentar
SESAAT DI PAGI INI
Pagi ini, gerimis mengguyur bumi
Burung – burung tetap bernyanyi
Terbang pergi berteduh
Pagi ini
Desaku sunyi
Bertiraikan awan kelam
Matahari melirik dari celah – celah timur sana
Gerimis menegakkan kaki manusia
Tuk tetap berlari menyongsong hari
Tuk tetap berjalan
Ke tempat memperpanjang usia
Label: gudang hati 1
Diposting oleh gudang hati di 01.54 0 komentar
KUNANTI
Tatkala gerbang pagi terbuka
Hatiku beku, bisu
Tangan-tangan kesunyian
Terus merangkulku
Bilangan nestapa berkecmuk
Di lorong angan
Lagu-lagu duka berlarian mengejar
Kekosongan menjadi layar kelam
Tenggorokan terasa kering
Tetap dalam penantian
Selendang sutra yang turun dari surga
Mengaliri kawah-kawah kering
Setiap kerling bintang kunanti
Senyum manis barisan bidadari
Mengenakan gaun emas yang berkilau
Terbang turun ke tempat ku terlelap
Akankah dawai mimpi mengalun ?
Di muka pagar hari ?
Dibawah sinar mentari?
Hingga terangkat bibir ini
Label: gudang hati 1
Diposting oleh gudang hati di 01.53 0 komentar
18.30
setitik air hinggap dipipiku
saat semua ini harus terjadi
waktu telah mengajarkan kita ,
untuk saling berbagi,
untuk saling mengisi
namun waktu pun tak bisa berkutik
ketika dinding yang kita bina harus runtuh
berpuing – puing menjadi tangis
kita harus berpisah
namun tidak untuk terpisah
tapi untuk bersatu kembali, nanti
tuk membangun kembali
dinding yang lebih kokoh
tuk kita bersandar,
tuk kita berbagi,
tuk kita tertawa, tersenyum,
serta menagis
dan ketika itu,
aku tak mau mengalah dengan waktu
terus berlari, menyongsong matahari
dan pada saat itu pula,
aku tak mau melihatmu bagai setan
melihatmu bagai malaikat
kuingin melihatmu, sebagai kekasihku
kekasih yang pernah kucinta
Label: gudang hati 1
Diposting oleh gudang hati di 01.53 0 komentar
UNTUKMU SAYANG
Sayang,
Berulang kali kata ini terucap dari bibirku
Sanggupkah kita terus bersama
Menyulam benih – benih cinta
Mengarungi jurang yang dalam
Sayang,
Aku berkata,
Bukan aku tak percaya
Akan besarnya rasa sayangmu padaku
Bukan aku tak percaya
Dengan tali yang kau ikatkan pada hatiku
Bukan aku tak percaya
Pada bulan purnama
Sebagai pedoman cinta kita
Sayang,
Kata ini terucap dari hatiku
Dari hati yang takut
Bila esok dirimu tiada temani hatiku lagi
Sayang,
Hatiku terlalu sering berprasangka
Kuingin hatimu mengerti
Sebesar apa rasa sayangku
Tapi hatimu tak jua mengerti
Sayang,
Kurebahkan kepalaku dibahumu
Tuk lepaskan semua sesakku
Tuk tumpahkan semua tangisku
Sedikit yang kupinta sebuah pelukan hangat tanganmu
Sebuah anggukan mengerti tetang rasaku
Tapi semua itu takkan terjadi
Sayang,
Bagaimanapun dirimu
Aku telah jatuh dalam belenggu cintamu
Tak ingin hati tersakiti
Tak ingin hati terpisah
Yang kuingin
Kedua lingkaran itu
Tetap melingkar pada jari kita
Label: gudang hati 1
Diposting oleh gudang hati di 01.52 0 komentar
TANYANYA
Tak ada gedung yang tak runtuh
Tak akan ada sesuatu yang abadi
Kecuali diri-Nya
Sekokoh apapun gedung bertingkat
Pasti kan runtuh disambar getirnya dunia
Se abadi apapun dunia
Kelak kan hancur termakan kiamat
Sekuatnya hati manusia
Takkan tahan,
Bila tersayat kesendirian tak bersebab
Hinakah dia ?
Kotorkah dirinya ?
Najiskah ia ?
Katakan !
Katakn wahai cermin kehidupan !
Kan diukirnya tempat yang lebih indah
Pabila cermin kehidupan tak berkata
Bisakah dia bertanya pada hatinya ?
Lalu kenapa kau kutuk dia seperti ini?
Apa ?
Apa mantra dari kutukan ini ?
Siapa ?
Siapakah yang mempunyai mantra ajaib itu ?
Akankah datang seorang peri yang menggoyangkan tongkat ajaibnya ?
Akankah ada sebuah pintu menuju istana?
Tak tahu,
Dia tak tahu
Namun ia terus berharap
Label: gudang hati 1
Diposting oleh gudang hati di 01.51 0 komentar
KANGEN
Saat cahaya matahari telah meredup dan terlelap
Ketika itulah
Bayangmu datang menyayat hati
Membiarkan embun jatuh
Membasahi kerinduan
Ini diriku,
Dengan segenap perkakas cinta
Menggali untaian benang emas
Mengingkari aliran masa
Apa dayalah aku ?
Prajurit – prajurit datang menghunus pedangnya
Terbahak,
Melihatku terbaring lemah
Ingin aku menenun benang emas
Menjadikan sehelai kain ketulusan
Tanpa noda keterpaksaan
Namun dengan hiasan cinta
2005
Diposting oleh gudang hati di 01.50 0 komentar
PERJALANANKU
Di kesucian hari
Terdengar sayup – sayup irama sendu
Dentatan mimpi – mimpi yang terbeli
Menyulap fana jadi nyata
Teriuhkan olehku
Enyuhan dentauan air mata
Semakin lama
Semakin lebar jurang ini
Kakiku yang hampir patah
Terus berjalan menelusurinya
Kuhentikan sejenak langkahku
Aku lelah…
Masih panjangkah jembatan ini ?
Jembatan menuju seberang sana
Hamparan padang hawa
Dimana kukan tersenyum
Diposting oleh gudang hati di 01.50 0 komentar
TSUNAMI
Kala mereka bersantai merebahkan lelah
Kala saudaraku mandi membersihkan diri
Di kala adik-adik bayiku tertidur pulas
Pulas……. Dan bermimpi
Tak disangka,
Tubuh bergetar, rumah berguncang
Telah terjadi apakah diluar sana ?
Air deras menyapu rumah-rumah
Menghanyutkan saudara-saudaraku
Merobohkan gedung-gedung perkasa
Membersihkan serambi makkah
Tsunami datang,
Saudara-saudaraku berlarian
Tak tahu arah tujuan
Adik-adikku menangis, ketakutan
Tsunami hadir,
Ribuan saudara-saudaraku tergeletak tanpa nyawa
Adik-adikku meronta kehilangan
Menjerit kesepian tanpa ayah dan bunda
Bayi tak berdosa pun terbang ke surga
Tsunami menyapa,
Tanpa kata, tanpa mengetuk pintu
Tanpa pamit! Tanpa permisi!
Tsunami ganas bak macan
Tsunami seram bagai monster
Tsunami, tsunami
Apa maumu ?
Ya Allah ……..
Apa ini ?
Adzabkah? Peringatankah ?
Marahkah Engkau Ya Allah ?
Murkakah Engkau Ya Rabbi ?
Engkau hanya diam tak bersuara
Ampuni kami Ya Illahi
Maafkan wahai Penguasa Langit dan Bumi
Kami sadar,
Telah tinggi tumpukan dosa kami
Sudah menggunung semua kekhilafan kami
Sudahi bencana-Mu ini
Ya Allah………..
Inikah amarah-Mu ?
Secuil ini kami tak tahan
Bagaimana kelak ?
Saat hari-Mu tiba,
Hari Engkau hancurkan alam semesta
Ya Allah …….!
Titiskan sabarmu, tabahmu
Untuk saudaraku di Nangroe Aceh Darussalam
Lindungi mereka,
Tenangkan arwah saudara-saudaraku
Yang telah pergi menghadap-Mu
24 Desember 2004
Diposting oleh gudang hati di 01.47 0 komentar
DERITAKU DALAM TERAWANG
Berada dimanakah ku siang ini ?
Tiada ku tahu keberadaanku
Samar terkesiap
Berduyun-duyun pagar merapat
Memboikot arahku
Tersentakku dari lamunanku
Kala diputar terowongan waktu
Menggambarkan, akan datangya padaku
Kejutan nyata dunia jelata
Deburan tawa berkesinambungan
Bercampur,
Menjadikan sebidang rumus kesedihan
Mendera,
Meneteskan buih-buih tangis
Lalu bicaraku pada pecahan langit
Dimana ujung dari perkara ?
Pecahan langit tetap diam tak bersuara
Tertiup oleh angin kencang
Tetap ku bersenandung gembira
Meski ku tahu
Tak lagi bisa kuberanjak dari tempat ini
Papan terjal tak bersahabat
Terasa merekat kuat
Tak terlawan
Seluruh jagad memandangku bahagia
Tak mengerti diriku
Sedang kehausan dan tak dapat bernafas
Butuh setetes kesejukan
Tiada pantas ku berkata
Tiada pantas ku menanti
Inilah wabah dari kebungkaman
2004
Diposting oleh gudang hati di 01.45 0 komentar
PENGADUAN
Dalam setiap nafasku
Selalu berhembus nama-Mu
Di dalam kerdipan mataku
Selalu terbayang wujud-Mu
Setiap detik berlalu
Ku coba jalankan perintah-Mu
Ya Allah………
Kini aku mengadu di rumah-Mu
Di bawah naungan kuba yang teduh
Ya Allah……….
Hati ini selalu menangis
Jiwa ini selalu bersedih
Hatiku selalu resah dan gunda
Sementara di luar sana
Semua burung, bunga dan alam
Telah menampakkan senyumnya
Telah ku coba menjalankan perintah-Mu
Telah kubeli berbagai macam perisai
Dan sudah kuasah semua pedangku
Tapi hati tetap tak kuasa menahan tangis
Ya Allah…….
Harus bagaimana lagi aku melangkah?
Kaki ini sudah lelah
Dan tak kuat lagi untuk dijalankan
Ya Allah……….
Kirimkan sebuah bintang untukku
Dan perintahlah bulan dan matahari
Tuk buatku tersenyum
2004
Diposting oleh gudang hati di 01.45 0 komentar
YANG SETIA
Dia sinar mentari
Yang tak pernah lelah bercahaya
Dia adalah
Dingin yang menemani malam
Dia pesisir yang setia pada pantai
Pelabuhan bagi kapal-kapal rindu
Dia adzan yang selalu bergema
Harapku,
Semoga dia tetap yang setia
Melumpuhkan badai angin untukku
Melawan semua hujan batu
Memberikan buah cintanya untukku
Hingga titik hayat
Dia,
kobaran api yang tak kunjung padam
Dia adalah kekasih hatiku
2004
Diposting oleh gudang hati di 01.45 0 komentar
TELEPON KIAMAT
Telepon kiamat mulai berdering
Lewat tingkah manusia yang semakin gila
Lewat kehancuran-kehancuran yang merajalela
Melalui keimanan yang semakin pudar
Haruskah kita diam dengan keadaan ini?
Apakah kita hanya buta dengan keadaan ini?
Ataukah kita abaikan dering telepon itu?
Atau mungkin kita angkat gagang telepon itu?
Kita bodoh!
Kita tertipu oleh rayuan kemaksiatan
Kita terbuai akan keharuman kehancuran
Sementara telepon itu masih berdering
Semakin keras, keras, dan keraaaas
Tidak takutkah kita akan hari itu?
Lupakah kita akan hari itu?
Hari hancurnya alam semesta
2004
Diposting oleh gudang hati di 01.44 0 komentar
ISIKU
Terlihat di langit sana
Bintang bersinar terang
Menyinari hati yang gelap gulita
Sepi menyelimuti
keheningan di malam ini
Telah hilang suara siang
Dan datanglah lagu malam
Sadarku tertidur
Sampai sejauh ini aku berjalan
Menepis siang dan malam
Bersama denganmu
Mimpipun terlihat,
Ku tersenyum dtaman bunga
Dan memetik bunga kebahagian
Sungguh indah
Kuingin menggapai mimpi itu
Yang membawaku terbang bersamamu
Dilangit keindahan
Akan selalu terbayang
Tanganmu yang mengikat tanganku
Bayangmu yang menarik bayangku
Rasamu yang membawa rasaku
Aku sayang kamu
2004
Diposting oleh gudang hati di 01.44 0 komentar
RASA TAK TERUNGKAP
Mampukah ku mengungkap semua ini?
Saat pintu hati mulai terbuka
Ketika gumpalan salju mulai mencair
Mulut ini bisu
Tapi hati ingin berkata
Mata ini buta
Namun mata hati ini melihat
Telingaku tuli
Tetapi jiwaku merasa
“Tidakkah dia menjadi keajaibanku?”
Mungkin sang putri diam membisu
Tak tahu sang pangeran
Yang sedang resah menanti jawaban
Diriku bukanlah pujangga
yang pandai merangkai kata
Aku hanyalah seorang “Zaqqiya”
Yang tak pernah mengerti
Hati sang pangeran
2004
Diposting oleh gudang hati di 01.41 0 komentar
TEGAR SETIA
Keriuhan di jendela hati
Makin membuka pintu-pintu cerita
Relung-relung menyentak
Atas perjalanan cinta
Meski tak berwarna
Setitik nila pun cukup
Mengisyaratkan genangan cinta
Yang terjepit naungan nyawa
Aku tak mau yang lain
Aku mau kamu
Merangkak bersama menghadang topan
Meniti sang waktu
Walau berat,
Tak kunjung sirna
Kobaran sayangku yang panas mendidih
Karena sang Agung telah mengaruniakan
Karena sang pemurah telah mengirimkan
Sekantong permata
Pada mata hati dua insan
2004
Diposting oleh gudang hati di 01.40 0 komentar
BUTUH SINAR TERANG
Kucari dimana titik terang
Terowongan sederet perkara
Jaring-jaring rasa tetap tertuju
Pada jejak kaki para tetua
Batangku hampir patah
Daun beterbangan entah kemana?
Sekarang terang,
Esok gelap,
Lusa hujan,
Dan kelak, bersinarkah semua?
Menyerah?
Pengecut !
Aku seorang pengecut !
Kekuatanku hampir punah
Akar-akar mulai rapuh
Ditikam badai tak henti
Dalam gelap petir menyambar
Dalam terang bertabur pelangi
Gelap dan terang tak bertoleransi
Bercahayalah permataku
Pantulkan sinar terangmu
Tepat mengenai hati rapuh
2004
Diposting oleh gudang hati di 01.40 0 komentar
DIMANA ENGKAU?
Tak kurasa lagi setetes air
Yang dulu membasahi dahagaku
Tak kudapat lagi secercah cahaya
Yang dulu menyinari sudut hatiku
Dimana engkau?
Duhai sahabatku
Masih adakah dirimu?
Masih sanggupkah aku merangkulmu?
Masih dapatkah aku menggapaimu?
Sanggupkah aku menggandeng tanganmu?
Untuk berjalan lagi bersamaku
Semua itu sudah terlambat
Aku sudah terlambat memegang pundakmu
Aku terlambat untuk meremas sayapmu
Aku terlambat mengerti dirimu
Maafkan aku sahabat
Aku hanya ingin sepasang merpati itu kembali
Terbang berdua,
Saling mengerti dan menyayangi
Kini aku lemah sahabat
Sang melati telah merenggut kebahagiaanku
Ia telah merubah kebun bungaku
dengan tumbuhan berduri
aku membutuhkanmu sahabat
aku butuh setetes air itu
aku butuh secercah cahaya itu
untuk menyelamatkan jiwaku
2004
Diposting oleh gudang hati di 01.39 0 komentar
BUNGA MAWAR ITU
Kulihat disana
Sekuntum bunga mawar
Tak seceria dulu lagi
Tak setegar dulu lagi
Kulihat,
Sekelompok kumbang-kumbang
Yang dulu menggoda
Tak satupun menghampirinya
Bunga mawar itu tak sesegar dulu
Bunga mawar itu kini layu
Kelopaknya jatuh satu persatu
Wajahnya tak lagi memerah
Hujan badai ia lewati sendiri
Tak ada lagi yang menyiraminya
Tak ada lagi yang memupuknya
Tiada lagi yang memujinya
Lihatlah disana, mereka tersenyum bahagia
Oh, lihatlah disana, mereka iba padanya
Lihatlah itu, bunga melati tertawa melihat penderitaannya
Kasihan sekali ia
Tapi ia bahagia,
Karena masih ada sang matahari
Sang matahari yang selalu menyinarinya
Yang selau membuatnya tersenyum
2004
Diposting oleh gudang hati di 01.38 0 komentar
AKU SEDIH AKU MWNANGIS
kusangka,
di istana megah itu
hanya aku seorang penghuninya
aku salah
di istana megah itu
masih tersimpan
ukiran nama seorang putri
putri yang pernah menghuni istana itu
sungguh aku tak menyangka
kunci istana ada di tanganku
dan kusimpan dalam hati
namun,
sang pangeran masih ragu
aku dapat menyimpan kunci itu
pangeran selalu bertanya
dimana istana tempat aku tinggal dulu?
padahal, aku sedang lupa ingatan
Inilah aku,
Apa adanya diriku
Tapi mengapa
Pangeran tak mau merobohkan dinding istana?
Aku tidak mau
Berada dalam dinding ketraumaan
Biarlah,
Dengan segala keterbatasanku ini
Aku tetap ingin menghuni istana megah itu
Dan aku terus berharap
Istana megah itu
Hanya milikku seorang
Tahukah pangeran?
Aku sedih, aku menangis
26062004
Diposting oleh gudang hati di 01.36 0 komentar
NYANYIAN GALAU
Kucoba menambat hati
Dibawah senyum mendalam
Kuraba, kuraba, dan terus kujamah
Tatkala kemuraman hati
Akupun tahu,
Hatiku kini tergilas
Di sejuta tangis kupinta
Cukup tengokan mesra
Sayang,
Membaur sudah petikan gitar itu
Tiada beralun lagi
Bintang,
Mana malam yang bersyair
Mensyiarkan kesejukan embun
Berat kukira
Merajut nafas terisak-isak
Menata kepingan fajar
Sedangkan benangpun aku tak punya
Dingin….
Rasakan nyanyianku ini
Selimuti kegalauan diri
18062004
Diposting oleh gudang hati di 01.35 0 komentar
AKU TAK PANTAS UNTUKMU
Wajahku tak secantik bunga mawarmu
Hatiku tak sejernih air sungaimu
Diriku tiada sebanding dengan kata indahmu
Aku tak layak berada di istana hatimu
Aku tak cukup bernilai tuk jadi putrimu
Aku tak seperti lukisan anganmu
Diriku hanyalah
Seorang wanita yang tak dapat dibanggakan
Daku hanya setangkai benalu
Yang menjadi simbiosis parasitisme
Daku seorang penyanyi
Yang tak bisa memuaskan hati pendengarnya
Cintaku tak dapat dipercaya
Tapi tahukah
Aku tak pandai bermain cinta
Aku masih terlalu lugu
Tuk memahami arti cinta
Haruskah aku terus menangis
Membawa rasa cintaku, rasa sayangku
Yang tak dapat dipercaya
Dan yang tak berguna
Hh………Aku memang tak boleh tersenyum
Aku siapa ?
Aku bukan wanita istimewa
Aku tak pantas dihampiri kumbang-kumbang
Dengan tinta tangisku ini
Ku berkata
Aaku tak pantas untukmu
07062004
Diposting oleh gudang hati di 01.34 0 komentar
PERPISAHAN
Tak pernah kita bayangkan
Telah datang,
Saat-saat yang tidak kita inginkan
Begitu cepat waktu berlalu
Hingga tak terasa
Waktu telah melemparkan
Seribu satu kisahnya pada perjalanan ini
Susah, senang, bahagia, derita,
Tangis, tawa
Telah kita rasakan bersama
Jalan berliku
telah kita lalui bersama
Inilah saatnya
Memudarkan semua luka
Tak ada salah, tak ada maaf
Hanya senyum menghiasi wajah
Inilah saatnya
Saat yang tepat meneteskan air mata
Karena waktu telah datang
Berusaha memisahkan kita
Berjanjilah kawan,
Tetap kau pendam kisah ini
Tetap kau dendangkan kisah kita
Di setiap langkahmu, dalam lamunanmu
12052004
Diposting oleh gudang hati di 01.34 0 komentar
KEAGUNGANMU
Sujud aku dalam perintah Mu
Terbuai aku di naungan Mu
Dan berserah diri aku pada takdir Mu
Sujud syukur aku panjatkan
Akan rahmat yang Kau berikan padaku
Mata ini, hidung ini, mulut ini, telinga ini,
mulut ini
Semua adalah rahmat Mu
Wahai Sang kholik
Kau ciptakan alam semesta ini
Kau ciptakan siang dan malam
Engkau berikan bahagia dan derita
Maafkan aku sang kholik
Jika daku tak mampu memanfaatkan rahmat Mu
Jika daku hanya mampu berbuat keburukan atas rahmat Mu
Ya…… Sang Kholik
Kuakui kekuasaan Mu, ke Esaanmu
Dan kumengakui keagungan-Mu
2005
Diposting oleh gudang hati di 01.33 0 komentar
SENYAP
Kulihat disekitar, sepi
Kutengok keluar, begitu sunyi
Tak adakah orang bernyanyi dengan suara merdu?
Kemana mereka?
Tak bisakah mereka mengalunkan piano dengan
Indah?
Suara alam menggelegar
Kau merasakannya? Kau mendengarnya?
“tidak” , “tidak”
“Aku merasakannya”, kata buku berwarna pink
“Aku mendengarnya”, sahut boneka-boneka manis itu
Gelas tangisku pecah
Sang matahari mencoba membelaiku dengan
sinarnya
Menenangkanku dengan senyumya
Akankah ini selamanya?
2005
Diposting oleh gudang hati di 01.32 0 komentar
TERUKIR KISAH
Telah terukir kisah di taman langit
Tak terlihat, tak terdengar, tak terbayang
Nyata keindahannya
Sedang berbisik angin
“ukiran itu terlihat indah”
Daun bergoyang tanda tersenyum
Bumi berpijak pada jiwa yang hampa
Menjerat, mengikat, merangkul
Tak tergoyahkan
Karat menjelma menjadi cinta
Harus bagaimana lagi ?
Senja telah mengukir kisah ini
Tak bertema, tak berjudul
Namun berasa
2004
Diposting oleh gudang hati di 01.30 0 komentar
RINDU
Harus dibawa kemana ini ?
Segudang rasa rindu hati
Yang terus membayangi
Setiap hela nafasku
Kala malam datang
Mata ini sulit terpejam
Mimpi datang menyapa
Rindu tahu semua semu
Sudah kuhapus sem,ua mimpi
Tetap saja hati merindu
Pada seraut wajah itu
Oooh… peri cinta
Datanglah padaku
Taburkan penawar rindumu
Di awang – awang rinduku
2005
Diposting oleh gudang hati di 01.30 0 komentar
AKU TAK BISA
Kasih,
Kurasa cinta kita
Tak mudah tuk diarungi
Sungguh luas lautan ini
Hutan, gunung,
Semuanya t’lah kau beri padaku
Tapi apa yang t’lah kuberi padamu?
Hanya pemandangan suram
Yang tak dapat dilihat
Kutahu betapa besarnya rasamu padaku
Betapa besar inginmu,
Untuk mengarungi lautan luas ini
Akupun sama sepertimu
Namun tak pernah bisa sepertimu
Maafkan aku kasih
Tinggalkan saja diriku
Yang tak mungkin
Memberi keharuman bunga mawar di taman hatimu
2005
Diposting oleh gudang hati di 01.29 0 komentar
TAK TERSISAKAH?
Hidup,
tak bisakah ia membagi kasih sayangnya pada dunia?
tidakkah ia merasa kasihan pada dunia?
tak lelahkah ia mengitari dunia ini?
laut,
tak maukah ia menyisakan sedikit airnya tuk sungai?
sementara ombak selalu berkata
"Aku ingin pergi ke pantai"
matahari,
sanggupkah ia selalu tersenyum pada dunia?
dan bulan,
masihkah keindahannya hanya untuk dunia?
sementara semua kawannya
t'lah lupa pada dunia
2005
Diposting oleh gudang hati di 01.29 0 komentar
PEMBERHENTIAN
Di pucuk ketinggianku
Kini terbuka lebar
Seikat sampah busuk
Yang telah lama
Terselaput kain sutra
Ini akhir,
Dari sederet petualangan
Meninggalkan seberkas
Rasa indah dalam benak
Di pemberhentian terakhirku
Tiada kata terindah
Selain
Aku bangga padaku
Dan kuucapkan
Selamat tinggal serangkaian pena
2004
Diposting oleh gudang hati di 01.28 0 komentar
HIDUP
Asa itu tak akan hilang
Jika batang itu tak patah
Kalau air itu tetap mengalir
Sampai cahaya tak bersinar
Cinta akan datang
Saat dewa cinta
Melepasakn mata panah dari busurnya
Dan persahabatan ini akan pudar
Saat keharuman tertiup angin
Dan tinta hitam menodai kertas putih
Kemelut angin hitam
Menutupi pandangan
Serpih-serpih debu itu
Menodai mata
Sang matahari tertawa
Dan sang bulan tersenyum
Memandang kebohongan di dunia ini
Semua itu semu
Semua itu bayang
Kehidupan ini hanya mimpi
2004
Diposting oleh gudang hati di 01.27 0 komentar
JAWABAN
Mugkinkah kan kau tunggu bulan itu ?
Untuk mengeluarkan
Lembaran kitab yang kau remuk
Di lemari rindu
Sementara semua bulan telah hanyut
Termakan arus
Bukan maksud hatiku melambaikan tangan
Hatiku hanya gumpalan salju
Yang kini membeku di musim dingin
Yang tak tahu nanti dimusim kemarau
Akankah salju itu tetap membeku atau mencair
2004
Diposting oleh gudang hati di 01.27 0 komentar
GUNDA
Hatiku bagai berada
Pada timbangan kehidupan
Bimbang, ragu, cemas,
Semuanya bercampur menjadi satu
Tapi aku tak tahu mengapa semua itu terjadi
Anganku melayang terbang ke angkasa
Kekhusyuanku di terpa badai angin
Kesadaranku pergi jauh entah kemana
Keimananku mulai memudar
Jasadku mulai tak terkendali
Ruhku tak dapat di kendalikan
Jiwaku menangis melihat keadaanku
Hatiku menjerit tak mengerti
Apakah gerangan yang terjadi ?
2004
Diposting oleh gudang hati di 01.26 0 komentar
DIMANA KEADILAN?
Dalam asa dan cita
Terdapat sebuah harapan
Tentang seonggok kebahagiaan
Walaupun angin benua
Terus berhembus
Benua menunjukkan keperkasaannya
Dengan kasih sayang ia berjalan
Kekuatan keluarga ia gunakan
Ombak laut terus mengejarnya
Dengan senyum dan tawa
Ia terus menghadangnya
Sepatah kata yang terus ia ungkap
Dimana Keadilan?
2004
Diposting oleh gudang hati di 01.25 0 komentar
MAYA
Maya
Pandangan ini hanyalah maya
Kita tertipu oleh ini semua
Perjalanan ini hanya fartamorgana
Yang tak dapat diungkap
Manusia tertipu oleh topeng-topeng kehidupan
Sang insan terbelenggu dalam cerita duniawi
Bunga-duri,dingin- panas,hitam-putih
Semua bercampur aduk
Hanya perisai kesabaran yang dapat melindungi
Senyum,sapa,perjuangan
Merupakan senjata untuk hidup
2004
Diposting oleh gudang hati di 01.24 0 komentar
JALANKU
Di bawah sinar bulan
Duduk aku dalam sendiri
Dan mengungkap perjalanan hidupku
Yang tak tahu arah tujuan
Dalam ketidakpastianku aku berjalan
Dalam kebimbanganku aku melangkah
Dalam keraguanku aku berkata
Dan dalam kesendirianku pun
Aku menentukan pilihanku
Hatiku bimbang, hatiku ragu
Hatiku gelisah
Sulit sekali mengungkap isi hati ini
Isi hati yang tak mungkin dimengerti oleh siapapun
Tapi langkahku tak akan goyah
Aku akan terus maju
Terus maju dalam kegelapan
Kegelapan yang menutupi mata dan hatiku
2004
Diposting oleh gudang hati di 01.22 0 komentar
SENDIRI
Seluruh urat nadiku berkata
Aku suka seorang diri
Tersenyum menatap dinding
Menyanyi menghibur diri
Tak ada satu makhluk pun
Yang akan tahu
Berwarna apa ruang jiwaku
Merahkah, putihkah, hitamkah?
Semua,
Cuma mata hatiku yang tahu
Tubuhku,
Sekedar jubah keperkasaan
Arwahku berkata
Lebih baik sendiri
2003
Diposting oleh gudang hati di 01.22 0 komentar
MUTIARAKU
Mutiara di bukit kecil
Berubahlah cahayanya
Bukan cahaya putih bersinar
Melainkan cahaya putih kehitaman
Tak lagi terasa sentuhan lembutnya
Tak lagi memancar kesejukan embunnya
Tak lagi dia tunggu seribu bulan
Cahayanya termakan arus
Termakan waktu
Terbuai angin, terbuai senyum
Terkait hujan, terkait badai
Pada sudut hati kecil
Dimana cahaya putih bersinar ?
2003
Diposting oleh gudang hati di 01.21 0 komentar
SYUKUR
Rasa syukur kupanjatkan padamu ya Allah
Yang telah memberikan rahmatmu padaku
Hingga aku bisa menghirup udara segar
Diumurku yang ke-14 ini
Sujud syukur kupanjatkan ya Allah
Kau berikan kehangatan keluargaku
Kau berikan kesempurnaan bagiku
Ya Allah
Begitu aku tidak menyangka
Senyum yang aku miliki
Hari ini bisa engkau rubah menjadi tangis kebahagiaan
Betapa aku tidak bahagia ya Allah
Rasa sayang itu
Kurasakan semakin dalam
Dari mereka yang menyayangiku
Terima kasih ya Allah
Kau buat hari jadiku kali ini sungguh berkesan
Hingga aku menyadari
Betapa besar karuniaMu padaku
Ya Allah
Restuilah hambaMu ini
Untuk menjalankan misiku
Diumur yang ke-14 ini
2003
Diposting oleh gudang hati di 01.18 0 komentar
TAK TAHUKAH KAMU?
Kau tak juga mengerti
Dimana aku saat ini
Aku berada dalam lingkaran
Lingkaran yang sulit di lalui
Dunia, asa, cinta,
Telah mengikatku dengan lingkaran
Tak memberiku ampun secuil pun
Tak ada iba setetes pun
Tidak dapatkah kau menjadi guntingku?
Yang memotong lingkaran itu
Yang membuka lingkaran itu
Tak maukah kau menengokku saja?
Aku berusaha kluar dari lingkaran
Untuk menyapamu, memberimmu senyum
Tidakkah kau tahu
Betapa menderitanya aku
Kesepiannya aku, sedihnya aku
Tak berdayanya aku
Aku menangis, merintih
Betapa besar rasaku padamu
Sungguh dalam sayangku padamu
Sudahlah,
Ini takkan berguna
Aku hanya harus tersenyum dalam lingkaran
2003
Diposting oleh gudang hati di 01.17 0 komentar
BAPAK
Kulihat sesosok tubuh
Sesosok tubuh yang terbaring diatas ranjang kecil
Sosok tubuh yang tak berdaya
Dengan kaki yang dibalut perban putih
Tak terasa
Setetes air berada di pipiku
Dengan hati yang sungguh menyesal
Dan merenungi semua salahku padanya
Sungguh berdosa aku padanya
Tak pernah kuhargai pendapatnya
Tak kupahami cara berfikirnya
Tingkah lakunya
Dan tak pernah bisa kupahami
Cara ia menyayangiku
Kini terlambat sudah
Tak pantas kumenyesali
Sudah sering kusakiti hatinya
Penyesalanku takkan berguna tuk kesembuhannya
Bapak,
Aku tak dapat berbuat apa-apa
Aku tak berdaya
Hanya panjatan do’a yang dapat kuberikan
Ya Allah, berikanlah kesabaran dan ketabahan padanya
Berikanlah kesehatan yang berlimpah untuknya
Lindungilah dia, tolonglah dia
Agar aku bisa menebus salahku padanya. Amien
2002
Diposting oleh gudang hati di 01.15 0 komentar
LAMUNANKU
Di bawah hujan yang deras ini
Duduk aku dalam sendiri
Dan lamunanku
Membawaku menciptakan sebuah tulisan
Sorak sorai suara anak-anak
Mengingatkan aku pada masa kecilku
Masa kecil yang sangat indah
Yang lepas dari semua beban
Saat aku kecil akupun sama seperti mereka
Bermain di bawah air hujan dengan senyum lebarku
Tapi sekarang, aku tak bisa
Aku bisa sakit karenanya
Kini aku sudah dewasa
Hidup memang arif
Aku dibuatnya tersenyum, menangis, berfikir
Dan aku dibuatnya sadar
Bahwa semua itu hanya cobaan dari-Nya
2002
Diposting oleh gudang hati di 01.14 0 komentar
IBU
IBU
Ibu kau selalu menyayangiku
Dari aku kecil hingga aku besar
Saat kau mengandungku, 9 bulan lamanya
Kau selalu membawaku kemana-mana
Tidak kau hiraukan sakit diperutmu
Saat kau tidur, tengkurap salah,
Terlentang salah, miring salah
Engkau sungguh menderita
Karena diperutmu ada aku
Saat kau melahirkanku
Engkau mempertaruhkan nyawa,antara
Hidup dan mati
Saat aku mulai tumbuh kau membimbingku
Dan akupun mulai tumbuh besar
Akupun mulai nakal
Kau menasehatiku agar aku tidak nakal
Ibu kini aku sudah dewasa
Aku hidup dengan kasih sayangmu
Tanpa kasih sayangmu aku tak akan hidup
Aku selalu menyusahkanmu
Jasa-jasamu ibu tak akan kulupakan
Jasa-jasamu ibu tak bisa terbalas
Dengan emas permata
Puisi pertama dalam hidupku, Saat aku masih kelas 6 SD
2000
Diposting oleh gudang hati di 01.13 0 komentar
