Berada dimanakah ku siang ini ?
Tiada ku tahu keberadaanku
Samar terkesiap
Berduyun-duyun pagar merapat
Memboikot arahku
Tersentakku dari lamunanku
Kala diputar terowongan waktu
Menggambarkan, akan datangya padaku
Kejutan nyata dunia jelata
Deburan tawa berkesinambungan
Bercampur,
Menjadikan sebidang rumus kesedihan
Mendera,
Meneteskan buih-buih tangis
Lalu bicaraku pada pecahan langit
Dimana ujung dari perkara ?
Pecahan langit tetap diam tak bersuara
Tertiup oleh angin kencang
Tetap ku bersenandung gembira
Meski ku tahu
Tak lagi bisa kuberanjak dari tempat ini
Papan terjal tak bersahabat
Terasa merekat kuat
Tak terlawan
Seluruh jagad memandangku bahagia
Tak mengerti diriku
Sedang kehausan dan tak dapat bernafas
Butuh setetes kesejukan
Tiada pantas ku berkata
Tiada pantas ku menanti
Inilah wabah dari kebungkaman
2004
Kamis, 04 Juni 2009
DERITAKU DALAM TERAWANG
Diposting oleh gudang hati di 01.45
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar