Keriuhan di jendela hati
Makin membuka pintu-pintu cerita
Relung-relung menyentak
Atas perjalanan cinta
Meski tak berwarna
Setitik nila pun cukup
Mengisyaratkan genangan cinta
Yang terjepit naungan nyawa
Aku tak mau yang lain
Aku mau kamu
Merangkak bersama menghadang topan
Meniti sang waktu
Walau berat,
Tak kunjung sirna
Kobaran sayangku yang panas mendidih
Karena sang Agung telah mengaruniakan
Karena sang pemurah telah mengirimkan
Sekantong permata
Pada mata hati dua insan
2004
Kamis, 04 Juni 2009
TEGAR SETIA
Diposting oleh gudang hati di 01.40
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar