Kamis, 04 Juni 2009

TEGAR SETIA

Keriuhan di jendela hati
Makin membuka pintu-pintu cerita
Relung-relung menyentak
Atas perjalanan cinta

Meski tak berwarna
Setitik nila pun cukup
Mengisyaratkan genangan cinta
Yang terjepit naungan nyawa

Aku tak mau yang lain
Aku mau kamu
Merangkak bersama menghadang topan
Meniti sang waktu

Walau berat,
Tak kunjung sirna
Kobaran sayangku yang panas mendidih

Karena sang Agung telah mengaruniakan
Karena sang pemurah telah mengirimkan
Sekantong permata
Pada mata hati dua insan


2004

0 komentar:


Free Blogger Templates by Isnaini Dot Com and Bridal Dresses. Powered by Blogger